Jelang Nataru 2025, Komisi III DPR RI Soroti Kesiapan Pengamanan

Published

By

Author
photo

Jakarta, 28 November 2025– Komisi III DPR RI menekankan pentingnya kesiapan dan optimalisasi pengamanan menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Hal ini disampaikan setelah Komisi III menggelar Rapat Kerja dengan Kakorlantas Polri serta seluruh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda se-Indonesia, di Ruang Rapat Komisi III, Kamis (27/11/2025).

Anggota Komisi III DPR RI, Bimantoro Wiyono, menjelaskan bahwa pembahasan utama rapat hari itu difokuskan pada pemaparan strategi dan kesiapan Polri dalam menghadapi arus mudik dan libur panjang Nataru. Ia menyebut pemaparan yang disampaikan Kakorlantas sangat komprehensif dan memberikan gambaran jelas mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan.

“Kami menanyakan bagaimana penanganan Nataru 2025. Tadi kami sudah mendapatkan paparannya yang begitu luas dan komprehensif. Kami berharap pengamanan tahun ini bisa lebih dioptimalkan,” ujar Bimantoro saat wawancara langsung.

Bimantoro juga menyoroti pentingnya dukungan moral bagi anggota Polri yang berjaga selama masa libur Nataru. Menurutnya, petugas lalu lintas di lapangan sering kali harus mengorbankan waktu bersama keluarga demi menjaga keamanan dan kelancaran masyarakat.

“Kita tahu anggota polisi lalu lintas itu mengorbankan waktu dengan keluarga demi menjaga keamanan masyarakat. Kita harus memberikan apresiasi dan menjaga agar mereka tetap bersemangat bertugas,” tegasnya.

Ia meminta Kakorlantas agar memberikan perhatian khusus kepada para personel di lapangan, termasuk memastikan dukungan operasional dan manajerial yang memadai agar mereka dapat bekerja maksimal.

Dalam rapat tersebut, Komisi III juga menerima paparan terkait pemetaan titik rawan kecelakaan di berbagai wilayah Indonesia. Bimantoro menyatakan bahwa Komisi III mendorong Korlantas untuk tidak hanya berhenti pada pemetaan, tetapi juga melakukan penambahan personel pada titik-titik kritis tersebut.

“Kami dorong untuk menambah personel di titik rawan kecelakaan agar potensi kerawanan bisa diantisipasi. Kakorlantas tadi sudah berkomitmen untuk menambah anggota di wilayah-wilayah itu,” ucapnya.

Menurutnya, penambahan personel sangat penting dalam memastikan respons cepat terhadap potensi kemacetan, kecelakaan, maupun kondisi darurat lain selama Nataru.

Selain aspek teknis pengamanan, Bimantoro turut mengapresiasi program-program edukasi lalu lintas yang dipaparkan Korlantas. Ia melihat upaya Korlantas dalam mengubah pola pikir masyarakat terkait keselamatan berkendara sebagai langkah fundamental.

“Program-program yang disampaikan sangat fundamental, terutama dalam membangun kesadaran berkendara. Ke depan, masyarakat yang berhak memiliki SIM adalah mereka yang benar-benar sadar bahwa keselamatan itu nomor satu,” ujarnya.

Menurutnya, jika kesadaran masyarakat sudah terbentuk secara mandiri, maka proses penegakan hukum tidak perlu selalu bersifat represif.

Menjelang puncak arus libur Nataru, Bimantoro menegaskan bahwa koordinasi antara Korlantas, Polda, pemerintah daerah, serta stakeholder transportasi harus semakin diperkuat. Dengan mobilitas masyarakat yang tinggi pada akhir tahun, ia berharap persiapan yang dilakukan tahun ini bisa menghasilkan pengamanan yang lebih efektif dan menekan angka kecelakaan.

“Kami ingin memastikan bahwa pengamanan Nataru 2025 berjalan baik, lancar, dan aman bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tutupnya.